Selasa, 24 April 2012

Opening your eyes to a world of secrets through photography

Dampak Positif Tayangan Televisi bagi Masyarakat

Tayangan televisi memberikan banyak pengaruh bagi masyarakat Indonesia. Tayangan televisi memiliki beberapa peran dalam masyarakat. Peran-peran tersebut ialah sebagai media hiburan, pendidikan, informasi, dan media promosi. Menurut Subroto (1994:17), televisi sebagai media massa memiliki fungsi sebagai media pendidikan, hiburan, dan promosi.
Sebagai media hiburan, televisi memberikan masyarakat berbagai tontonan segar. Adapun  beberapa macam tayangan tersebut, antara lain sinetron, komedi, kartun, film, dan drama. Di sini, tayangan televisi akan menghibur masyarakat dan menyegarkan kembali pikiran setelah seharian beraktivitas.
Seperti yang kita ketahui, melaksanakan aktivitas merupakan agenda harian masyarakat. Terhitung mulai dari pagi hari hingga sore. Bahkan, ketika petang menjelang. Setelah beraktivitas, tentunya masyarakat akan merasa lelah dan penat sehingga dibutuhkan suatu solusi yang tepat untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan menonton televisi.
Tayangan televisi juga berperan sebagai media pendidikan. Lewat tayangan televisi, kita telah melakukan pembelajaran audio visual. Hal ini terbukti saat kita menonton salah satu tayangan televisi yang berjudul: Laptop Si Unyil yang pada waktu itu sedang membahas tentang pembuatan tas daur ulang. Secara tidak langsung, kita telah mendapat pengetahuan akan cara pembuatan, bahan-bahan yang digunakan serta manfaat dari tas tersebut. Di sini, kita telah melakukan pengamatan lebih cermat lagi yang akhirnya mendapat kesan yang mendalam. Kesan itulah yang menjadikan kita untuk lebih mudah mengingat kembali apa yang telah kita pelajari. Subroto (1995:78) mengatakan bahwa menurut hasil penelitian, pembelajaran menggunakan audio visual seperti tayangan televisi mampu meningkatkan efisiensi pengajaran antara 20 hingga 50 persen.
Pembelajaran audio visual berbeda dengan pembelajaran lewat membaca buku. Pengetahuan yang hanya berupa kata-kata itu sulit dibayangkan. Terlebih lagi dibutuhkan fokus terhadap sesuatu yang sedang dibaca. Mungkin yang ada, justru kita akan merasa bosan dan pengetahuan yang dibaca akan mudah terlupakan.
Sebagai media informasi, tayangan televisi mampu memberikan informasi secara aktual dan cepat. Tayangan televisi dapat menayangkan informasi bersamaan saat terjadinya suatu peristiwa dan saat itu juga seluruh Indonesia dapat menyaksikannya secara serempak dalam waktu yang sama. Selain itu, tayangan televisi juga dapat menyiarkan informasi dari segala penjuru dunia sehingga masyarakat Indonesia dapat mengetahui adanya bencana alam di negara lain tanpa harus datang ke negara itu.
Dalam kehidupan, kita sebagai manusia sering kali memilki rasa ingin tahu yang sangat besar. Banyak pertanyaan yang hadir dalam diri kita setiap kali berada dalam situasi yang tidak kita mengerti. Tentunya hal yang diharapkan adalah sebuah jawaban dan jawaban itu berupa sebuah informasi yang penting untuk kita ketahui. Oleh karena itu, peran tayangan televisi sebagai media informasi sering kali ditunggu-tunggu kehadirannya.

Sebagai media iklan, tayangan televisi mampu menawarkan berbagai bentuk produk dan jasa kepada khalayak. Biasanya, iklan-iklan yang ditawarkan berhubungan dengan kebutuhan masyarakat, seperti sabun mandi, pasta gigi, makanan ringan, dan pakaian.
Iklan televisi dibuat secara menarik untuk menarik pinat masyarakat. Cara penayangan iklan sering kali memakai jasa model dan dibuat dalam bentuk cerita singkat yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi penontonnya. Segala cara dilakukan dalam penayangan iklan sekalipun itu harus berbohong, contohnya dapat kita lihat di berbagai iklan detergen yang menawarkan keampuhannya dalam mengatasi noda membandel, padahal sebenarnya hal tersebut tidaklah benar. Namun, berbohong dalam iklan bukan berarti penipuan. Tergantung kita sebagai pemirsa dalam menyikapinya. Mau percaya atau tidak. Menurut Bungin (2008:120), realitas iklan televisi hanya merupakan gambaran terhadap sebuah dunia yang hanya ada dalam televisi.

Dampak Negatif Tayangan Televisi

Hampir semua manusia diseluruh dunia memiliki televisi (TV) dirumahnya masing-masing, bahkan televisi juga terkadang kita temui ditempat-tempat umum. Sebagai salah satu media hiburan TV lebih popular dibanding yang lain seperti radio dan majalah. Selain media ini bisa menampilkan objek yang bergerak dan berbagai acara yang menarik, TV juga sangat mudah untuk dimiliki dan bersifat tahan lama. Beda dengan radio yang hanya menghasilkan suara sehingga terkadang hanya pada saat-saat tertentu didengarkan, begitupun dengan majalah yang diminati sebagian kecil oleh manusia karena majalah lebih bersifat tidak tahan lama dan sulit untuk ditemukan.

Beragamnya acara yang dihadirkan dalam tayangan TV membuat orang terkadang berada lama depan TV. Banyaknya statsiun televisi yang berlomba-lomba menyuguhkan acara mulai dari tayangan berita, pendidikan, anak dan Film sehingga menyedot minat yang besar untuk menonton TV. Tak banyak manusia lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton siaran televisi dari pada mendengarkan radio atau membaca majalah.

Banyak sekali informasi yang diterima dari tayangan televisi, misalnya orang bisa mengetahui kabar berita terkini diseluruh dunia, bisa mengetahui info tentang olahraga bahkan ada chanel yang khusus menghadirkan tentang dunia olah raga. Bagi anak-anak TV adalah media yang paling disukai karena bisa melihat tayangan kartun dan semua hal yang berhubungan dengan dunia anak. Dan bagi para wanita acara Gosip, sinetron dan fashion menjadi acara favorit sehingga terkadang lupa dengan tugasnya.

Tahukah anda selain menyuguhkan berbagai macam informasi dan hiburan, Ternyata televisi juga berdampak negatif bagi manusia. Pengen tau apa saja yang ditimbulkan dari menonton TV?

Efek Dampak Negatif Menonton Televisi


- Kelebihan berat badan atau obesitas. Terkadang dengan menonton TV orang bisa menghabiskan waktu 6 jam duduk depan televisi. Kurang geraknya seseorang mengakibatkan berat badan naik.

- Kesehatan tubuh. Hal ini disebabkan karena pengaruh pola hidup. Saat depan televisi terkadang kita menjadi malas untuk mengerjakan sesuatu dan mengakibatkan sikap fasip kita dan mengakibatkan tubuh menjadi tidak sehat.

- Kesehatan mata terganggu. Mata adalah penting saat menonton TV. Jarak yang tidak pas dalam menonton TV bisa mengakibatkan rusaknya mata kita. Bahkan salah satu wanita di Taiwan harus kehilangan mata nya saat dia menonton tayangan film korea secara terus menerus selama 70 jam.

- Sugesti dan gaya hidup remaja. Sebagai media yang paling diminati, TV juga menyampai informasi yang paling cepat di banding yang lain. Banyak acara remaja yang ditayangkan ternyata berpengaruh pada mental dan gaya hidup remaja. Meniru tyle atau kebiasaan para idola sungguh berpengaruh negatif untuk perkembangan hidup remaja.

The Influence of Television And Movie

Televisi saat ini adalah sarana elektronik yang paling digemari dan dicari orang. Untuk mendapatkan televisi tidak lagi sesusah zaman dahulu dimana perangkat komunikasi ini adalah barang yang langka dan hanya kalangan tertentu yang sanggup memilikinya. Saat ini televisi telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk di negara berkembang. Televisi yang dulu mungkin hanya menjadi konsumsi kalangan dan umur tertentu saat ini bisa dinikmati dan sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan tanpa batasan usia. Siaran-siaran televisi akan memanjakan orang-orang pada saat-saat luang seperti saat liburan, sehabis bekerja bahkan dalam suasana sedang bekerjapun orang-orang masih menyempatkan diri untuk menonton televisi. Suguhan acara yang variatif dan menarik membuat orang tersanjung untuk meluangkan waktunya duduk di depan televisi. Namun dibalik itu semua dengan dan tanpa disadari televisi telah memberikan banyak pengaruh negatif dalam kehidupan manusia baik anak-anak maupun orang dewasa. Kita harus berhati-hati sebab televisi selain bisa menjadi teman yang baik bisa juga menjadi musuh yang menghanyutkan.

Dalam sebuah survei yang dilakukan lebih dari setengah anak-anak di AS mempunyai televisi di kamar mereka. Usia remaja paling banyak menonton televisi di kamar dan hampir sepertiga anak-anak pra sekolah mempunyai televisi di kamar mereka dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton televisi. Disebutkan juga adanya beberapa orang siswi sebuah sekolah yang bergantian bolos dari sekolah demi menonton sebuah tayangan opera sabun di televisi. Di Indonesia mungkin tidak sampai menjangkau persentase sebesar ini namun pengaruh televisi juga telah banyak membentuk pola pikir dari anak-anak Indonesia pada umumnya dan gereja pada khusunya. Dalam tayangan televisi saat ini terdapat banyak gaya kehidupan setan seperti kekerasan yang membuat bulu kuduk merinding, vulgaritas, kejahatan, kebencian, seks bebas, penipuan, tatanan rambut yang radikal, dan lain-lain. Orang yang semakin sering menonton tayangan-tayangan seperti itu pada akhirnya akan menerima hal itu sebagai sesuatu perbuatan yang normal. Dalam hal ini televisi telah menjadi propaganda terpenting yang dipakai setan saat ini terhadap manusia baik dewasa maupun anak-anak. Tidak bisa disangkal bahwa dewasa ini televisi adalah salah satu guru elektronik bagi anak-anak maupun orang dewasa.